Mungkin aku hanya ibarat sebutir pasir di luasnya kehidupanmu
Setetes air di samudera cinta milikmu
Apakah aku masih bisa, nyaris terlihat olehmu
Bilakah kau akan sejenak berpaling padaku
Tapi, ternyata tangan takdir melukiskan sesuatu
Ia torehkan warna-warna tak terduga,
pada kanvas-kanvas hati
Lukisan abstrak nan indah
Sebiru langit
Sejingga senja
Namun, sekali lagi
Kau hadir layaknya mentari
Yang begitu hangat menyapa
Mampu sejenak biaskan bilur-bilur luka
Tetapi,perlahan namun pasti
Malam kan segera menyeretmu pergi
Meninggalkan ruang gelap tak tersinari
Basahi ilalang yang kini sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar