Sabtu, 15 Februari 2014

Dilema Hadis



Pagi itu, seperti biasa sebelum anak-anak mulai beraktifitas, selalu diawali dengan mentoring. Belajar menghafal surat-surat pendek, Asmaul Husna, doa-doa dan hadis pilihan.
“ Teman-teman, hari ini kita mau belajar hadis baru. Hadis surga di bawah telapak kaki ibu.” Jelasku.
Tiba-tiba Marel langsung melirik ke arah kakiku , dengan tatapan penuh rasa ingin tahunya dia berkata, “ manaaa?? Aku mau liat?”
Glekk.Belum sempat terjawab olehku, tiba-tiba Hannan menyahut “ Wah,berarti di telapak kaki Papahku ada nerakanya?” Ujarnya sambil tertawa.
Gubrakkk. Seketika aku speechless, terdiam  memandangi mereka lalu pikiranku entah kemana. Selintas masih ku dengar komentar anak-anak bersliweran. Kalau didengar sih lucu, rata-rata komentarnya buat aku tertawa. Anak-anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan kepolosannya,kadang bikin orang dewasa kelimpungan.
“ Aku ga punya Ibu, punyanya Mamah” sahut Arvin
“ Kalo aku punyanya Bunda, berarti tetap ada surganya ga Bu?” tanya Yumna seketika mengembalikan  perhatianku.
“ Oh tentu saja sayang, Bunda, Umi,Mamah dan Ibu itu sama saja. Surga di bawah telapak kaki Ibu itu artinya kita harus sayang dan nurut sama Ibu. Kalau kita baik dan nurut sama Ibu, InsyaAllah ada surga untuk kita kelak.”
Cuma aku belum punya jawaban untuk komentarnya Hannan. Bisa gawat, kalau sampai suatu hari aku ditanya sama Papahnya Hannan. Gurunya ngajarin sesat, hehehe.
Tiba-tiba,
“ Mamihnya aku galak, berarti ada es krimnya ga, di telapak kakinya Mamih?” tanya Byon tak berdosa
Aaarrggghh. Belum aja mulai menghafal hadisnya, udah ribet.
The End-lah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar