Pagi itu, seperti biasa sebelum anak-anak mulai beraktifitas,
selalu diawali dengan mentoring. Belajar menghafal surat-surat pendek, Asmaul
Husna, doa-doa dan hadis pilihan.
“ Teman-teman, hari ini kita mau belajar hadis baru. Hadis
surga di bawah telapak kaki ibu.” Jelasku.
Tiba-tiba Marel langsung melirik ke arah kakiku , dengan
tatapan penuh rasa ingin tahunya dia berkata, “ manaaa?? Aku mau liat?”
Glekk.Belum sempat terjawab olehku, tiba-tiba Hannan
menyahut “ Wah,berarti di telapak kaki Papahku ada nerakanya?” Ujarnya sambil
tertawa.
Gubrakkk. Seketika aku speechless, terdiam memandangi mereka lalu pikiranku entah
kemana. Selintas masih ku dengar komentar anak-anak bersliweran. Kalau didengar
sih lucu, rata-rata komentarnya buat aku tertawa. Anak-anak dengan rasa ingin
tahu yang tinggi dan kepolosannya,kadang bikin orang dewasa kelimpungan.
“ Aku ga punya Ibu, punyanya Mamah” sahut Arvin
“ Kalo aku punyanya Bunda, berarti tetap ada surganya ga
Bu?” tanya Yumna seketika mengembalikan
perhatianku.
“ Oh tentu saja sayang, Bunda, Umi,Mamah dan Ibu itu sama
saja. Surga di bawah telapak kaki Ibu itu artinya kita harus sayang dan nurut
sama Ibu. Kalau kita baik dan nurut sama Ibu, InsyaAllah ada surga untuk kita
kelak.”
Cuma aku belum punya jawaban untuk komentarnya Hannan. Bisa
gawat, kalau sampai suatu hari aku ditanya sama Papahnya Hannan. Gurunya
ngajarin sesat, hehehe.
Tiba-tiba,
“ Mamihnya aku galak, berarti ada es krimnya ga, di telapak
kakinya Mamih?” tanya Byon tak berdosa
Aaarrggghh. Belum aja mulai menghafal hadisnya, udah ribet.
The End-lah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar