Akulah pemujamu, wahai langit
Meski jarak yang memisah tak sedikit
Aku hanyalah sekuntum herbras
Di antara padang ilalang luas
Angin liar menderu memburu
Mematahkan kelopak satu persatu
Namun putik cinta takkan layu
Sekuat akar hatiku mencintaimu
Wahai langit, dengarlah aku berdendang
Berteman ilalang dan gugusan bintang
Sebuah tembang akan kerinduan
Bilakah kita akan dipertemukan
Lalu, kupinta pada Tuhan
Agar Dia membingkaikan
Putih biru warna kita menjadi lukisan
Karena hanya Dia yang mampu menggoreskan
Kuas bertabur mimpi, menjadi kenyataan
Aku dan kau dipersatukan
Dalam bingkai cinta penuh keajaiban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar