Kau, berlalulah dari singgasana hati
Rerupamu,
tak seharusnya bebas melenggang di arena jiwa rapuhku
yang tak henti menghapus siluet sosok yang pernah kucintai
biar kulepas, beban hati yang slama ini meringkihkan tubuh
biar kubuang, semua duri yang menyesakkan dada
biar kupadamkan, nyala yang berkobar di jiwa
biar kutikam, segala perih yang menggerogoti jantung
wahai luka, mengeringlah
duhai jiwa, tegarlah
dan engkau,
; pergilah
mungkin,
aku kini bagai daun rapuh kering
yang kan segera luruh ke bumi
diterbangkan angin,
pasti
namun daun ini
biarlah meleburkan diri
menjadi satu dengan bumi
agar mempunyai arti
tuk kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar