Karena itu Tuhan, lingkupilah aku dengan cinta. Dimana ku
tak akan pernah tersia ataupun terluka. Cinta yang mampu membangkitkan lagi
sejuta asa. Dan membuatku terlupa akan
luka yang memerih karena dunia.
Tuhan, tolonglah endapkan pilu. Bekukan airmata di sudut beningku, jangan
terbiar ia tertumpah untuk sesuatu yang entah. Dan hanya menandaskan jiwaku
pada resah. Tolong jadikan Tuhan, hamba dhaif ini selalu tegar untuk memasrah, menempuh
segala uji yang telah Kau tetapkan dan menetapi amanah.
Agar ku tak lagi tersungkur, ke dalam jerat nan menusuk
membilur. Ramaikanlah jiwa dan lisanku dengan rasa syukur, jauhkan diri dari
segala kufur. Ampunkan khilafku, Yaa Ghafuur.
Wahai Robb Sang Pemilik Cinta, adakah Kau cemburu padaku?
Ketika ku dengan sebenar hati lebih memilih cinta selain-Mu?
Hmm, bodohnya aku jika masih saja bertanya. Betapa sesak dan
sakitnya ketika kau diduakan bukan?
Jadi, sekali lagi Tuhan. Gadis dhoif ini tolong ampunkan,
karena aku pernah melakukan jutaan kesalahan. Dan ribuan kali pula aku
mengulangnya, melakukan pelanggaran lagi Tuhan.
Sesungguhnya aku malu, berulang kali memohon ampunan-Mu.
Tapi adakah tempat kembali, selain pada-Mu?
Katakan Tuhan, seberapa luas surga itu hingga dapat
menampung semua airmataku? Ah ya, aku teringat bahwa Kau pernah berfirman ,
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-Mu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang yang bertakwa.”
(Al-Imron 133)
Tuhan, berilah aku sedikit tempat di surga-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar